Kamis, 29 Agustus 2013

Cabai jantan dan betina bagi tugas? Ah yang bener

               Bingung mulai dari mana menuangkan dalam bentuk tulisan. Sudah lama tangan ini tidak menari-nari di atas keyboard. sudah lama?? koyok biyen pernah nulis aj!  Haha. Yang pastinya lewat coretan-coretan ini saya mencoba untuk menuangkan apa yang saya alami, pikirkan dan rasakan. Daripada bertele-tele ngalor ngidul to the poin aj.
Cabai jawa jantan sedang memberi makan anakan
Cabai jawa betina sedang memberi makan anakan
 Singkat cerita beberapa yang lalu ketika hunting di kampus, ada yang menarik dan mendorong saya untuk berdiam diri di situ. Ada yang berseliweran mondar-mandir di pohon asam (Tamarindus indica). Ternyata yang mondar-mandir ngalor ngidul itu ternyata si Cabai jawa. Penasaran sedang ngapain dia? Kok mondar-mandir. Coba tak jepret,Oo ternyata si cabai jawa sedang memberi makan anaknya. Kurang tahu pasti berapa umur anaknya, yang pastinya ada dua individu di dalam sarang. Sarang menggantung, bulat, terdapat seperti kapas warna putih untuk merekatkan material-material.  Peristiwa ini mengingatkan saya pada paper mas Imam tentang perkiraan Cabai jawa membangun sarang di UNY, beliau menemukan bulan Juni. Sedangkan temuan ini, pada bulan juli, pas berarti. Juni membangun sarang, juli di pakai.  Dan setelah saya cek di “Mckinnon (1990) Data Makanan dan Perkembangbiakan Burung”.


        Telur dua butir berbintik tipis, sarang berbentuk kantung dari rumput yang menggantung dan di dalamnya dilapisi kapas rumput yang menggantung. Di Jawa Barat masa berbiak tercatat dalam bulan Januari sampai Oktober, di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada bulan April dan Mei.
Kotoran anakan keluar


Bingung mau nulis apa lha wong g ada informasi baru.  ah yang penting berbagi aja lah. Eh tapi setelah satu hari kemudian kembali untuk sekedar mendokumentasikan aktifitas memberi makan anaknya, ada yang menarik [mungkin]. Ternyata antara jantan dan betina berbagi tugas, si betina bertugas untuk mencari makan dan kemudian di berikan kepada anaknya. Sedangkan si jantan bertugas membersihkan kotoran anaknya. Dengan cara si anakan mengeluarkan pantatnya ke mulut sarang, kemudian indukkan jantan menghampiri sarang lalu mengambil kotorannya menggunakan paruhnya entah di makan atau di buang.  Setelah beberpa menit kemudian si betina datang memberi makanan.  Entah apa makanan buat si anakkan tersebut, belum tahu pasti.

Setelah beberapa menit kemudian si jantan datang, ternyata jantan juga memberi makanan, kemudian pergi.  Setelah beberapa menit kemudian  betina datang memberi makan. Jeda antara jantan dan betina memberi makan berlangsung sekitar 5-10 menit. Wah ternyata asumsi awal saya keliru kalau antara jantan dan betina bagi tugas. Di tambah lagi ternyata di betina juga terpantau tidak hanya memberi makan melainkan juga mengambil  kotoran.

Ketika anakan mengeluarkan pantat ke mulut sarang, indukkan jantan dan betina tidak ada yang menhampiri, mungkin lupa atau mungkin sengaj tidak di ambil. Akhirny kotoran jatuh ke bawah. Penasaran dengan apa makanan buat anakkan, coba  etrek-etrek menggunakan saja yang bisa di pakai, termasuk tutup pulpen, tapi untungnya ada beberapa ranting berserakan. Jadi ga jadi paki tutup pulpen.  Tak  lupa saya untuk menjeprat- jepretnya.  Oo ternyata, makanan buat anakan juga biji benalu seperti halnya, kedua orang tuanya. Eh tapi kok biji benalunya utuh ya, terus apa ya yang di ambil  buat nutrisi?
Kotoran
Terimakasih buat tika elde yang sudah mengambilkan monokuler untuk digiscopingan dan buat brother mas untung buat pinjaman kamerane.

Reaksi:

0 komentar: