Jumat, 08 Maret 2013

Hanya sebuah catatan kecil, dari sebuah foto.

Presumed nest building by Anthreptes malacensis Plain-throated Sunbird in
Yogyakarta, Java, Indonesia. Pantes ga ya jadi ?? he.  

        Ketika saya sedang mengumpulkan data-data hasil pengamatan burung kampus UIN SuKa, tepatnya saat mengetik deskripsi tentang burung madu kelapa, teringat papernya mas Imam tentang dugaan bersarang  burung Cabai jawa (Diaceum throchileum). Karena seingatku, pernah dapat foto burung madu kelapa (Anthreptes malacensis) sedang mengambil serat dari buah ketapang (Terminalia katapanga) di kampus. Lalu ku coba telusuri lebih jauh lewat paper dan penjelasan di blognya,  serta ku coba tak cocokan dengan beberapa bahan bacaan yang digunakan beliau yang saya punyai. Soalnya ada beberapa bahan bacaan yang saya tidak punya. Hehe .
Dengan bekal paper dan cerita di balik paper si Cabai jawa ini lewat blognya, dimana beliau pernah ngendiko kalau si burung  ini di MacKinnon (1990) belum ada keterangan tentang pohon materi sarangnya, termasuk serat widuri (Calotropis gigantean). Namun hanya dijelaskan bentuk sarang kantung, yang digantungkan pada ranting berdaun, dibuat dari serat, daun dan rumput liar. Nah inilah celah informasi yang masih kosong,  dan Mas Imam mengisi kekosongan atau kekurangan informasi tersebut, ya kurang lebih seperti itu. 
          Nah untuk  itu, terkait dengan foto yang pernah saya dapatkan kira-kira pantas atau tidak ya.?? Jadi sebuah tulisan, hehe. Kasusnya persis si Cabai jawanya Mas Imam, di buku Mackinnon (2010) belum ada informasi materi sarang si burung madu kelapa terbuat dari serat pohon apa? Dibuku setebal 509 halaman tersebut hanya menjelaskan tentang bentuk sarang yang menggantun pada pohon, berstruktur indah, terbuat dari kepala rumput dan bahan lunak lainya yang dilapisi kapas. Nah inilah mungkin celah informasi juga, yang perlu diisi (hehe. ngarep.com)
Burung madu (Anthreptes malacensis)
       Selain itu, kasusnya mirip Cabai jawanya mas Imam, menurut (Cheke & Mann 2008). Cabai jawa makanannya biji, buah terutama benalu Loranthaceae dan serangga kecil. Jadi ga mungkin kan kalau dia makan serat! Kemungkinan besar ya sedang bersarang.  Si Burung madu kelapa ini berdasarkan MacKinnon (1990) makanannya berupa madu pada bunga-bunga yang berbentuk terompet, misalnya benalu, pisang, kembang sepatu, juga serangga, ulat, laba-laba dan buah yang lembut. Lalu apa yang dilakukan si B.M kelapa ini? Masak  dia makan serat, tidak mungkin kan! Kemungkinan besar ya dia sedang melakukan aktifitas besarang. Disamping itu, MacKinnon (1990) menjelaskan B.M kelapa berbiak sepanjang tahun, nah berarti foto yang saya peroleh masuk kedalam massa berbiak. 
         Beda dengan Cabai Jawa, kalau si Cabai Jawa Mackinnnon (1990) mengungkapkan bahwa berbiak pada bulan Januari sampai Oktober di Jawa Barat. Bulan april dan mei di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dipaper mas Imam diungkapkan bahwa Ia menemukannya kemungkinan sedang bersarang pada bulan Juni, nah berarti masuk dalam bulan berbiak. Ditambah dengan catatan terakhir Pak Bas, bahwa beliau menemukan sarang aktif di pada bulan November di Semarang. Penemuan ini menambah infomasi semakin luas massa berbiak si burung ini. Selain itu, pada tahun 2009 Mas Swis pernah menemukan si Cabai jawa sedang mengumpulkan serat dari buah-buahhan di Baluran, tapi tidak ada infomasi tanggal berapa dan bulan apa beliau menemukannya. Tapi yang pasti beliau menemukan pada musim kemarau (April sampai September). 
       Yah… Namun saying bodohnya saya saat itu dapat gambar moment bagus tidak ditindaklanjuti menulusuri sarangnya, malah cari foto burung lain. So ga ada deh foto-foto yang lain, yang berurutan pas si B.M melakukan aktifitas  memunguti serat dari buah ketapang (Terminalia  katapanga). Tidak kayak punya mas Imam yang lengkap ada fotonya secara berurutan saat si Cabai jawa memunguti serat widuri (Calotropis gigantean). Termsuk informasi perilaku  si jantan, kemana ya? Saat si betina memunguti serat buah ketapang (Terminalia  katapanga) turu opo yo? Hehe. Nah ini masih belum  tahu pasti. Atau saking kupernya saya kali yak. Hehe. Nah kalau di papernya Mas Imam saat si betina mengumpulkan serat widuri (Calotropis gigantean), si jantan menunggu di samping hanya bertengger dekat sang betina sambil terus mengawasi, dan hanya sekali terpantau jantan dan betina mengambil serat bareng. 
  Ngapunten mas Imam barang kali ada kesalahan dan kekurangan dalam memahami paper jenengan, Karena memang pengetahuan yang abal-abal. Dan mohon diluruskan barangkali ada pemahaman yang kurang pas, atau ada yang keliru. he. Suwun sbelumnya.. 
Bahan bacaan
Taufiqurahman, I. (2010) Observation of presumed nest-building by Scarlet-headed Flowerpecker Dicaeum. trochileum in Yogyakarta, Java, Indonesia Birding Asia 14 :90-91
MacKinnon, J. (1990). A field guide to the birds of Java and Bali. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
MacKinnon, J., K. Phillipps dan B.V.balen. (2010). Burung-burung Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Bogor: Burung Indonesia
Blog 
Taufiqurahman, I. (2010) Di balik paper: Cabai jawa (yang mungkin) bersarang. http://peburungamatir.wordpress.com
Taufiqurahman, I. (2010) Cabai jawa dan serat kapas widuri. http://peburungamatir.wordpress.com

Reaksi:

0 komentar: