Selasa, 05 Juli 2011

BIOLOGI KONSERVASI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI


Kemajuan zaman yang di iringi dengan semakin berkembang dengan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi, pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat.  Menuntut pemerintah dan  semua elemen masyarakat untuk cerdas dalam merespon hal ini. Dalam merespon dan menanggapi pertumbuhan penduduk yang tidak terkendalikan pemerintah membuat kebijakan “pembangunan berkelanjutan”. Namun sering kali kurang tepat dalam menafsirkan “pembangunan berkelanjutan”. Pembangunan berkelanjutan seringkali di tafsirkan pembangunan secara konvensional. Artinya, pembangunan sebagai usaha ekploitasi sumber daya alam menghasilkan output produk sebesar-besarnya dengan biaya semininal mungkin. Tolok ukur keberhasilan pembangunan adalah naiknya produk domestik. Semakin banyak sumber daya alam terolah semakin menaikkan produk.
Kebijakan di atas tentunya tidak lain untuk kepentingan manusia. Proses pembangunan berkelanjutan yang salah tafsir ini di laksanakan dalam sistem ekonomi pasar. Artinya jika suatu barang dalam pasar punya “harga” maka barang ini di anggap punya nilai kegunaan sebesar harga yang di berikan. Sebaliknya bila suatu barang tidak punya harga dalam pasar, maka barang itu tidak punya nilai kegunaan.
Dengan demikian konsekuensinya, barang yang tidak punya harga dalam pasar di anggap tidak punya nilai kegunaan. Sebagai contoh udara yang kita hirup, suhu bumi yang nyaman, angin yang berhembus, sinar matahari, air sungai yang mengalir, gelombang luat yang mengempas, curah hujan yang turun, musim hujan kemarau yan silih berganti, kiauan burung, auaman harimau dan lain-lain,  tidak punya harga dalam pasar sehingga di anggap tidak punya nilai kegunaan.
Sistem pembangunan yang di laksanakan dalam ekonomi pasar  mangakibatkan pola pembangunan yang merusak alam. Contohnya, tiga dasa warsa terakhir Indonesia sangat tergantung dengan SDA yang melimpah misalnya minyak bumi, batubara, tenabaga, emas dan lain-lain. Sementara itu, di atas permukaan bumi pembabatan hutan alam terjadi terus-menerus. Sehingga mengakibatkan spesies habitat alami mengalami kepunahan, dan mengancam kepunahan keankaragaman  hayati apalagi di perparah dengan peningkatan populasi manusia dan pola konsumsinya.
Untuk menahan laju kepunahan keanekargaman hayati akibat ulah manusia perlu adanya upaya  pengelolaan yang berkesinambungan. Salah satunya dengan pendekatan Biologi konservasi. Biologi konservasi adalah ilmu lintas disiplin yang di kembangkan untuk menghadapi tantangan demi melindungi spesies dan ekosistem. Untuk itu Biologi Konservasi bertujuan:
1.      Menyelediki dampak manusia terhadap keberadaan dan kelangsungan hidup spesies, komunitas dan ekosistem
2.      Mengembangkan pendekatan praktis untuk mencegah kepunahan spesies, menjaga, variasi genetik dalam spesies serta melindungi dan memperbaiki komunitas biologi dan fungsi ekosistem terkait.
3.      Mempelajari dan mendokumentasikan seluruh aspek keanekaragaman hayati di bumi.
A.    Proyek TAMAR
Salah satu contoh, pendekatan biologi konservasi yang sudah berhasil di lakukan adalah studi kasus penyu laut di Brasil. Berawal dari kegelisahan penurunan populasi penyu laut mencapai 1 % dari jumlah semula. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, rusaknya habitat karena pengembangan pantai, penangkapan telur penyu untuk makanan, tersangkut alat penangkap ikan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Brasil merancang program konservasi penyu laut. Program konservasi ini merupakan kajian lintas disiplin ilmu. Artinya dalam pelaksanaan program ini, menggunakan berbagai pendekatan bidang. Konservasi penyu laut ini, di awali dengan harus mengetahui habitat. Untuk mengetahui habitat penyu ini, tidaklah mudah karena harus menyusur sepanjang garis pantai Brasil.  Tahun 1980 pemerintah menetapkan  program  konservasi penyu laut, dengan menamakannya “TAMAR”. Untuk mempelancar jalannya program ini, banyak melibatkan berbagai kalangan, akademisi dan penduduk lokal.
Data awal berupa habitat penyu laut di sepanjang garis pantai Brasil, sangatlah berkontribusi bagi program konsevasi penyu ini. Hal ini dapat diketahui dari pada tahun 1986 penyu laut ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi, serta mendorong pembentukan dua cagar biologi dan taman nasional laut guna untuk melindungi telur-telur penyu. Keuntungan proyek TAMAR, tidak hanya dinikmati oleh penyu laut saja tapi juga penduduk lokal karena sebagian besar pegawai dari proyek ini adalah penduduk lokal setempat. Pegawai proyek ini mendapat gaji dari pemerintah dan industri pariswisata, sehingga kemudian mereka menjadi pembela utam bagi penyu laut.  
Dari contoh di atas menggambarkan betapa pentingya biologi konservasi. Karena biologi konservasi merupakan ilmu terapan yang berasal dari multidisiplin ilmu mengenai pengelolaan sumber  daya alam. Ilmu kehutanan, pertanian, perikanan, dan pengelolaan satwa liar, masuk dalam biologi konservasi.  Bahkan ilmu-ilmu sosial ikut andil dalam biologi konservasi, misalnya; antropologi,sosiologi dan geografi. Dalam penerapanya biologi konservasi memilki tugas merespon, mengelola, keanekargaman hayati di bumi dan bahkan mengembalikan yang telah hilang. Tolok ukur dari suksesnya biologi konservasi adalah ketika yakin dapat menyatakan suatu spesies dan komunitas biologi telah terlindungi dan dapat pulih kembali sesuai lintas disiplin ilmu biologi konservasi.
Agar biologi konservasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan, maka perlu adanya acuan dalam menerapakan biologi konservasi. Acuan ini di rangkum dalam sebuah prinsip-prinsip etika biologi konservasi. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:   
1.      Keanekaragaman spesies dan komunitas harus dilindungi
2.      Kepunahan spesies dan populasi terlalu cepat harus di hindari
3.      Kompleksitas ekologi harus di pelihara
4.      Evolusi harus berlanjut
5.      Keanekaragaman hayati memiliki nilai intrinsik
B.     Memahami Keanekaragaman Hayati
Dalam mempelajari biologi konservasi tentunya tidak bisa lepas keanekaragaman hayati, karena keduanya merupakan yang saling berkaitan. Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup, sementara biologi konservasi merupakan bagaimana mengelola keberadaan makhluk hidup agar tetap terjaga. Sedangkan keanekaragaman hayati merupakan jutaan keanekaragaman makhluk hidup di bumi meliputi hewan, tumbuhan dan mikroorganisme. Selain itu keanekaragaman hayati mencakup gen yang di miliki setiap makhluk hidup dan ekosistem lingkungan dimana mahkluk hidup tersebut tinggal. Untuk itu, keanekaragaman hayati di bagi menjadi 3 tingkat :
1.      Keanekaragaman spesies yang terdiri semua spesies yang terdapat di bumi. Mengenali dan mengklasifikasi spesies adalah langkah dasar dan tujuan utama dalam biologi konservasi.  Dalam proses klasifikasi perlu adanya keahlian ilmu biologi untuk membeda-bedakan antara spesies satu dengan spesies yang lainnya. Ilmu ini disebut sebagai taksonomi. Keanekaragaman ini menggambarkan seluruh cakupan adaptasi ekologi, serta menggambarkan evolusi spesies terhadap lingkungan tertentu.
2.      Keanekaragaman genetik. Variasi genetik dalam satu spesies, baik diantara populasi yang terpisah secara gegrafis, maupun diantara individu dalam satu populasi. Individu-individu di dalam populasi memiliki perbedaan genetika antara satu dengan yang lain. Perbedaan ini muncul karena setiap individu memiliki gen dengan khasnya masing-masing. Keanekaragaman ini memungkinkan spesies untuk memelihara daya reproduksinya, tahan penyakit, dan dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi.
3.      Keanekaragaman komunitas. Komunitas merupakan sejumlah spesies saling berinteraksi yang menempati suatu tempat tertentu. Interaksi antar spesies ini membutuhkan linkungan sebagai daya dukung untuk di habitatnya, interaksi ini disebut ekosistem. Jika di definisikan keanekaragaman komunitas merupakan variasi interaksi antar spesies pada suatu tempat tertentu dalam waktu tertentu. Dalam suatu ekosistem untuk mempertahankan hidupnya seringkali terjadi kompetisi dan kerja sama antar spesies. Kerja sama antar spesies ini disebut sebagai simbiosis. Dalam proses ini terjadi mekanisme saling makan dan di makan.  Mekanisme ini disebut sebagai rantai makanan dan jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem. Di dalam mekanisme ini tejadi proses transfer energi. Proses saling makan dan di makan di atas tentunya terdapat salah satu spesies yang berkuasa atau yang paling menentukan sebagian besar spesies lain. Spesies ini disebut spesies kunci.
Keanekaragaman hayati merupakan sumber daya dan sumber daya alternative bagi manusia. Lalu dimana bisa menemukan keanekaragaman hayati di dunia? Keanekargaman hayati tertinggi di dunia dapat ditemukan di hutan tropika humida, terumbu karang, danau tropika, laut dalam dan semak belukar dengan iklim Mediterania. Di kawasan ini sebagian besar spesies belum teridentifikasi. 
Keanekargaman hayati  di atas dapat bemanfaat bagi kepentingan manusia. Misalnya, hutan tropika humida dengan banyak spesies telah menghasilkan berbagai produk tumbuhan, hewan sebagai makanan, tempat hidup, berlindung dll. Namun sebelum di manfaatkan untuk kepentingan manusia, tentunya harus mengenal terlebih dahulu masing-masing spesies secara utuh. Hal ini dengan tujuan untuk melestarikan spesies-spesies tersebut.
Jika melihat dari kacamata ekonomi keaenekaragaman hayati adalah sebuah sebuah lahan untuk di ekploitasi secara terus menerus tiada habisnya. Namun apakah mungkin keanekargaman hayati akan terus melimpah tanpa upaya manusia untuk melestarikannya. Walaupun di bumi ini mempunyai jutaan spesies yang bisa dimanfaatkan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di bumi yang semakin meningkat. Penduduk di bumi tentunya membutuhkan hidup, tempat tinggal, dan lain-lain. 
1.      Kepunahan dan Ekonomi: Hilangnya Sesuatu yang Berharga
Keanekaragaman, baik spesies, vareasi genetic maupun komunitas biologi perlu diteliti, ditemukan dibuat katalok (digolongkan) dan dilestarikan.  Untuk ini semua, maka suatu generasi baru ahli biologi konservasi harus dilatih agar dapat menjaga keanekaragaman yang telah ada. Pemerintah dan komuntas di dunia harus meyadari bahwa keanekaragaman hayati bernilai sangat tinggi, bahakan sangat penting bagi keberadaan manusia. Pada akhirya, masyarakat akan meyadari bahwa keanekaragaman hayati sangatlah penting setelah kerusakan komunitas biologi yang terus terjadi.
2.      Pola pola kepunahan
Keanekaragaman spesies telah ada sejak pertama kali kehidupan muncul,keanekaragaman tersebut tidak berlangsung dengan mulus tetapi melalui naik turunnya jumlah spesies. Keanekaragaman juga dipengaruhi oleh kepunahan dari suatu spesies ataupunekosistem. Kepunahan yang paling terbesar terjadi pada masa Permian 250 juta tahun yang lalu. Diperkirakkan kepunahan ini terjadi karena adanya letusan vulkanik serentak atau tabrakan dengan asteroid, yang mengakibatkan perubahan dramatic pada iklim bumi sehingga banyak pesies yang mengalami kepunahan. Kepunahan juga bisa terjadi tanpa bencana besar, satu spesies dapat mengalahkan spesies yang lain, atau mendorongnya pada kepunahan. Spesies yang dapat bertahan mungkin akan berevolusi menjadi spesies baru akibat perubahan lingkungan.
Pengurangan dan penambahan spesies dipengaruhi oleh laju kepunaha dan juga spesiasi, selama laju spesiasi sama atau lebih cepat dari laju kepunahanm, maka keanekaragaman hayati akan tetap konstans atau bertambah.
Nilai Ekonomi Ekologi
            Ekonomi Ekologi adalah paduan ilmu ilmu ekonomi, ilmu lingkungan, ekologi dan kebijakan publik; termasuk penilaian atas keanekaragaman hayati dalam analisa ekonomi. Salah satu postulasi ekonomi modern yang paling diterima secara meluas adalah prinsip transaksi sukarela. Prinsipnya transaksi keuangan akan terjadi ketika kedua belah pihak yang terlibat merasa diuntungkan.
Penyimpangan terhadap prinsip transaksi sukarela sering terjadi dalam isu lingkungan antara lain :
  1. eksternalitas yang mana kegiatan perekonomian yang dapat merusak lingkungan, misalnya : membuang limbah industri kesungai, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas air sungai.
  2. Kegagalan pasar yang mana terjadi karena adanya penyalah gunaan alokasi sumber daya.
Sumber Daya Milik Bersama
  1. Metode analisis akuntansi : Sumber daya milik bersama dalam hal ini melahirkan metode ekonomi baru berupa metode akuntansi. Metode akuntansi ini lahir pada awalnya karena adanya pemanfaatan sumber daya yang tidak dikendalikan bersama sama, sehingga tanpa disadari sumberdaya terkuras habis dengan cepat sehingga pada akhirnya memberikan tidak memberikan manfaat ekonomi pada pihak manapun. Lahirnya metode akuntansi ini memberikan manfaat sumberdaya untuk menjadi lebih bernilai dibandingkan keuntungan jangka pendek yang diperoleh melalui ekploitasi sumber daya.
  2. Analisis dampak lingkungan / analisis biaya – manfaat : merupakan suatu analisis perbandingan antara nilai yang diperoleh dengan biaya proyek atau pengembangan sumber daya.
Dalam suatu metode ini penghitungan nilai ekonomi dapat dilakukan dalam tiga tingkatan :
  • Nilai pasar / nilai panene dari sumberdaya
  • Nilai sumber daya yang tidak panen dilingkungan alamiyah
  • Nilai sumber daya mendatang
Selain itu nilai sumber daya dapat dinilai berdasarkan nilai manfaat langsung dan tidak langsung.
  1. Nilai Langsung
Nilai lansung dapat diterapkan untuk menghitung produk yang dipanen serta dapat dikalkulasikan dengan mengobservasikan kegiatan dari suatu kelompok yang dianggap mewakili. Pada nilai langsung ini dapat dilakukan dengan memonitor lokasi lokasi pemanenan produk alamserta dapat memperhatikan statistik impor dan ekspor. Nilai langsung dibedakan menjadi :
  • Nilai kegunaan konsumtif
  • Nilai kegunaan produktif
1.      Nilai pilihan
Nilai pilihan adalah suatu potensi keanekaragaman hayati untuk memeberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat âda suatu saat dimasa yang akan datang.seiring berjalanya waktu kebutuhan manusia terus bertambah dan berubah, sehingga berubah pula metode untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Sebagai contoh pada pengembangan pertanian perlu perbaikan genetika yang terus menerus. Hal ini bertujuan untuk meningkan panen serta melindungi dari serangan seranga yang tahan pestisida.
Komunitas biologi yang terus menerus bertujuan untuk menemukan organisme,hewan,tumbuhan dll yang nantinya mamapu meningkatkan nilai ekonomi. Kegiatan ini disebut biopropesting.
Keanekaragaman hayati memepunyai nilai pilihan. nilai pilhan ditentukan berdasarkan potensi untuk memeberikan keuntungan masa depan bagi manusia. Seperti obat-obatan baru produksi industri, dan tanaman pangan. Keanekaragaman hayati juga memiliki nilai eksistensi, yang diukur dari jumlah uang yang akan dikeluarkan masyarakat untuk melindungi spesies.
2.      Nilai Eksistensi
 Banyak orang didunia perduli dengan makhluk liar dan tumbuh-tumbuhan dan ingin melindungi mereka. Kprihatinan ini sering dikaitkan dengan keinginan untuk mengunjungi kominitas biologi atau hewan unik lianya. Dan juga terjadi sebaliknya, ketika sebagian pendukung pelestarian alam tersebut tidak terlalu berharap, tidzk memerlukan bahkan tidak menginginkannya. Kedua hal tersebut mengakui bahwa dan menghargai suatu eksistensi dialam bebas. Artinya terdapat sejumlah orang yang bersedia membayar untuk mencegah kepunahan spesies.
Nilai eksistensi dapat diberikan kepada komunitas biologi, seperti hutan tua didaerah iklim sedang hutan tropika humida, terumbu karang dan padang rumput. Daerah dengan pemandangan indah juga dapat dihargai dengan nilai ekistensi. Belakangan ini, semakin banyak mesyarakat dan organisasi menyumbangkan sejumlah besar dana untuk memepertahankan keberadaan suatu habitat. Di Kosta Rika, 91% responden dalam suatu surve menyatakan bahwa mereka bersedia membayar lebih tinggi untuk bea air dan listrik , jika uangnya  digunakan untuk melindungi kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati (Holl dkk. 1995)
3.      Etika Lingkungan
Etika lingkungan merupakan disiplin baru cabang filosofi yang cukup intensif, yang berusaha mengartikulasikan nilai etika dari alam semesta. Jika masyarakat kita menganut prinsip-prinsip etika lingkungan, maka pelestarian lingkungan dan pemeliharaan keanekaragaman hayati menjadi prioritas utama. Hal ini dibuktikan dengan adanya budaya tradisional yang menyatu dengan lingukungannya, selma ribuan tahun mencapai harmoni menyatu dengan alam. Dalam budya tradisional tersebut bertanggung jawab atas menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secra efisien. Hubungan antara etika lingkungan, konservasi serta keadilan sosial ekonomi telah digabungkan menjadi Piagam Bumi.
Berdasarkan etika lingkungan, maka manusia haruslah meilikisekupal kewajiban moril yang melebihi kepentingan diri sendiri, dan semakin menjangkau masyarakat serta lingkungan yang meluas. Dibawah ini merupakan sebgian argumentasi yang membahas tentang nilai dari melindungi lingkungan dan keanekaragaman hayati diantaranya adalah :
1.      Setiap spesies meiliki hak untuk hidup
2.      Semua spesies saling bergantung satu sama lain
3.      Manusia betanggung jawab sebagai penjaga bumi
4.      Menghargai kehidupan manusia dan memperhatikankepentingan umat manusia adalah serasi dengan menghargai keanekaragaman hayati
5.      Alam memiliki nilai spiritual dan estetika yang melebihi nilai ekonominya
6.      Keanekaragaman hayati dibutuhkan untuk memahami asal kehidupan.
Pada dasarnya masyarakat memepunyai kewajiban untuk melindungi keanekaragaman hayati ini. Yang tak kalah penting, kenyamanan manusia terkait dengan lingkungan yang sehat dan utuh.
4.      Pendekatan filosofi : ekologi mendalam
Kegiatan manusia pada saat initelah banyak merusak keanekaragaman hayati bumi. Dengan demikian perlu dilakukan perbaikan kwalitas, teknologi, dan stuktur idiologi saat ini. Berdasarkan fisiologi deep ecology, perubahan perubahan perlu dilaksanakan secara pro aktif, termasuk mengikuti kegiatan politik. Lebih lanjut, perlu perwujutan komitmen untuk melakukan perubahan gaya hidup perorangan. Deep ecology bukan hanya serangkaian gagasan untuk didiskusikan tetapi rencana yang mumpuni dalam bidang politik, budaya dan sosial. Dengan demikian filosofi ini mungkin merupakan sepadan dengan biologi konservasi.




Reaksi:

2 komentar: