Sabtu, 26 Maret 2011

Laporan perjalan hari ini ke imogiri

Perjalan hari ini tidak lepas kaitannya dengan rencana biolaska sebagai tuan rumah JBW bulan maret. JBW merupakan agenda bulanan PPBJ (Paguyuban Pengamat Burung  Jogya).  JBW kepanjangan dari Java Bird Walk yang awanya kapanjangan dari Jogya Bird Walk, kemudian semakin berkembangnya agenda ini meluas ke jawa tengah maka singkatan kata ini di rubah menjadi Java Bird Walk. JBW ini merupakan agenda setiap bulan sekali memonitoring, identifikasi burung-burung jogya dan sekitarnya.  Terlepas dari nama JBW dan PPBJ, hari ini tepatnya sabtu, 19 maret 2011 Q bersama avid survey memastikan tempat untuk pengamatan besok tanggal 20, maret 2011. Q bersama avid berangkat jam 8 an dari jogya menuju ke hutan gamagiri. Perjalanan kurang lebih 1 jam, sesampainya di gamagiri  kami minta izin pengelola. “ pak nyuwun sewu bade nderek tanglet, kaleh minta izin  lalu bapaknya menjawab “ oya gimana mas?” , “ooo nggih niki kula saking rencang2  PPBJ (Paguyuban Pengamat Burung Jogya) mo ngadain pengamtan wonten mriki saget pak?”, ooo bisa saja mas, masnya lansung saja ke sana jalan gede ini ke terus ke atas sampai ada tugu lalu belok kiri, semoga pintunya dibuka, nanti disitu masuk terus bisa mas, disitu masuk sudah hutan. Lalu kami menjawabnya” ooo nggih pak  matur suwu. Ketika itu, kami langsung menuju lokasi. Perjalanan dari kantor sekitar kurang lebih 5 menit jika pakai motor. Sesampainya di tugu yang dimaksud bapaknya tadi”oooo ini to tugunya” berarti beloknya ini. Kemudian kami masuk ke hutan dengan mengendarai motor. Jalanan tampak ektrem untuk kelas motor bebek. Pemandangan pertama yang Q liat tampak hutan rimbun banget masak G adaa burungnya. Ketika it Q langsung teringat saat Q ke Taman Nasional Baluran Situbondo. Hutan dengan tutupan kanopinya yan cukup lebar, ada juga yang menutupi jalan setapak, kesan pertama yang tersirat saat itu adalah semoga temen2 PPBJ bsok seneng. Hal ini karena, dengan tempat di hutan yang cukup lebat ini ,dengan harapan temen2 PPBJ medapatkan keragaman  burung  lebih banyak.
          Dengan mengendarai motor, sambil pengamatan kiri kanan ,kami disuguhi kicauan-kicauan burung-burung semak. Namun, Karena hutan cukup rimbun, kami hanya bisa mendengarkan suaranya, belum bisa menyaksikan secara lansung. Sehingga membuat kami penasaran” manuk opo to  kie suarane api banget? Kami saling Tanya. Namun diantara kami lom ada yang paham akan suara burung begitu bagus kicauannya. Ketika sedang menikmati perjalan, sambil dilakukan pengamatan. Eeeh ternyata sampi di tengah jalan ada pohon tumbang yang menutupi jalan setapak. Yaa akhirnya, Q berhenti sampai disini dan memutuskan untuk  memarkir di situ juga. Belum sampai mematikan mesin motor, kami di perlihatkan pemadangan yang menakjubkan eksotis. Kami mendengar suara elang ular bido, yang cukup ramai dengan suara kiacauan yang begitu keras, sehingga lansung mengundang rasa penasaran kami. “eeee vid matikan mesin motonya” ada suara elang ular bido. Langsung seketika itu, kami memutar

Reaksi: