Rabu, 01 September 2010

MEGABIODIVERSITY di UJUNG TANDUK

Oleh: Faradlina Mufti
Ketika mendengar nama Indonesia, yang terbesit di benak orang adalah negara yang memilki keanekaragaman sangat tinggi, dengan ribuan pulau, sehingga memiliki beragam budaya, bahasa, dan tak kalah pentingnya Indonesia juga memiliki keanekaraman hayati yang begitu tinggi. Hal ini dilihat banyaknya ilmuwan-ilmuwan Biologi dari negara barat yang berbondong-bondong ke Indonesia untuk mengungkap rahasia eksostisme alam negara ini. Banyaknya para ilmuwan ke Indonesia ini dapat kita buktikan sendiri, yaitu buku-buku refrensi yang mengungkap rahasia alam negara kita berasal dari negara berat.
Selain itu, bukti bahwa Indonesia memiliki keeanekaragaman hayati adalah data dari data kehati dunia yang dikompilasi oleh UNEP World Conservation Monitoring Centre (WCMC). Indonesia menempati peringkat nomer satu di kawasan Asia Tenggara. Di tingkat dunia, Indonesia menempati peringkat kedua setelah negara Brasil. Namun hal itu tidak secara total, hanya point tertentu saja. Angka kekayaan hayati Indonesia akan semakin tinggi, jika ditambah data kelompok lain, misalnya Ikan, Kupu-kupu, Capung, Laba-laba dll ( Baskoro,2010).








Data biodiversitas dari beberapa negara
Sumber: http://www.fobi.web.id
Berdasarkan data biodiversitas di atas, sumber lain mengatakan keanekaragaman hayati Indonesia terdiri dari: mamalia 515 species (12 % dari jenis mamalia dunia), reptilia 511 jenis (7,3 % dari jenis reptilia dunia), burung 1.531 jenis (17% dari jenis burung dunia), amphibi 270 jenis, binatang tak bertulang belakang 2.827 jenis dan tumbuhan sebanyak ± 38.000 jenis, di antaranya 1.260 jenis yang bernilai medis (Departemen Kehutanan, 2009).
Indonesia dikenal sebagai negara maritim, yaitu wilayah Indonesia yang sebagian besar merupakan wilayah perairan. Lebih dari 1/3 negara Indonesia terdiri atas perairan. Hal ini Senada dengan nyanyian kita ketika waktu SD/TK dahulu. “ Nenek moyangku seorang pelaut”. Dari nyanyian ini secara tidak langsung memaparkan kepada kita bahwa para pedahulu kita ini pekerjaan atau profesinya sebagai nelayan, dan secara tidak lansung betapa besar luas laut negara kita. Menurut Departeman Lingkungan Hidup, 2008, luas laut Nusantara sekitar 3,1 juta km2, yang terdiri atas laut teritorial 0,3 juta km2 dan laut pedalaman 2,8 km2, disamping perairan ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia) seluas 2,7 juta km2. Selain, jumlah pulaunya yang lebih dari 17.000 mempunyai total panjang garis pantai lebih dari 80.000 km. Sehingga data ini dapat membuktikan betapa luas dimensi ruang laut nusantara sebagai habitat bagi biota laut.
.
Oleh karena itu, lautan nusantara dikenal
Namun,,,,,,, jangan bangga dengan ini,,,,,,,,,,,,,,
Kerusakan dimana2....

Reaksi:

3 komentar: