Rabu, 18 Agustus 2010

Hantu rokok di segala tempat


Orang merokok kita jumpai di segala tempat, di terminal, di kantor,  angkutan umum, toko, rumah makan, dan yang paling memprihatinkan kadang dijumpai puntung rokok di bangku-bangku sekolah. Padahal secara medis , kebiasaan itu jelas tidak menyehatkan.
Telah di laporkan oleh dinas Kesehatan pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menurut Yulaekah (2010) bahwa dalam sebatang rokok terdapat Acetone(bahan penghapus cat), Hydrogencynida (gas beracun), Toluidine, Arsenic (racun semut), Dibenzaciridine, Phenol, Butane ( bahan bakar korek api), PVC (bahan dasar plastik), Nephtylamine, Methanol( bahan bakar karet, Phyrone, Dymethynitrosamine, Naftalen (kapur barus), Cadmium (dipakai pada acu mobil) karbonmonoksida (zat  beracun yang keluar dari knalpot), dan DDT- Insektisida.
Tak hanya perokok aktif saja yang terkena dampak negatif dari asap rokok, mereka para perokok pasif juga terkena akan dampak ini. Dampak itu bisa terjadi di mana saja, di lingkungan tempat tinggal atau tempat-tempat umum yang tidak memasang rambu area bebas rokok.
Sebenarnya mengapa merokok menjadi persoalan kesehatan? Catat saja, dalam satu kepulan asap terkadung 4000 racun zat kimia berbahaya, dan 43 di antaranya bersifat karsinogen (meransang pertumbuhan sel kanker). Racun utamanya mencakup tar, nikotin, dan karbondioksida. Tar adalah subtanasi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru . Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat itu  bersifat karsinogen dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbonmonoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah sehingga darah tidak mampu mengikat O2.
Dengan demikian, kandungan zat berbahaya pada sebatang rokok memunculkan resiko penyakit kanker, jantung koroner, bronkhitis,dan jenis penyakit paru-paru juga terganggu oleh rokok sehingga jaringan yang ada pada paru-paru termasuk dindingnya bias rusak. Memang benar, dampak merokok tak bisa langsung dirasakan. Makanya orang jadi sukar menghentikan kebiasaan merokok. Yang jelas selain mengalami kerusakan paru-paru yang dapat memperpendek usia, kalaupun beumur panjang perokok akan mengalami masa tua dengan sakit-sakitan.
 di kutip dari : depkes 

Reaksi:

0 komentar: