Sabtu, 05 Juni 2010

Studi Konservasi Dalam Bingkai Ke-Indonesiaan dan Ke-Islaman Dalam Tinjauan Mahasiswa Biologi Serta Peranannya


Oleh : Faradlina Mufti

I.       Pendahuluan
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Berdasarkan ayat diatas nampaknya apa yang disampaikan oleh Allah SWT telah terbukti. Telah dilaporkan bahwa bumi Indonesia merupakan negara megadiversity dengan  memiliki  17% dari total species yang ada di dunia.
Inidonesia memiliki :
v     37% dairi jenis ikan di dunia
v     10% dari species tanaman di dunia
v     16% dari species reptil dan amphibi
v     12% dari spcies mamalia
v     17% dari species burung
v     25% dari species tanaman dunia
            Untuk mamalia, indonesia memiliki lebih dari 10.000 species, 1.530 species burung, 524 reptil, 285, ikan 1400 dana tumbuhan 29.375 species.
            Namun, indonesia juga merupakan negara yang mempunyai daftar terpanjang dan terbanyak dari species yang  terancam punah di dunia. Alhasil, meskipun indonesia merupakan negara yang kaya akan kenekaragaman hayati ,laju kerusakan pun  cukup serius.  World Conservasi Union for  the Conservation of Nature (IUCN), akhir september 2000 lalu mengeluarkan lporan tentang kepunahan species hewan dan tanaman. Menurut  IUCN, lebih dari  11 ribu species tanaman dan binatang di dunia teracam punah punah karena  ulah manusia. Aktivitas manusia menjadi alasan dominan yang mengancam eksitensi species. Yang perlu digarisbawahi , indonesia menjadi salah satu negara  yang disorot karena begitu banyak melakukan “pemusnahan “ species burung dan mamalia.  Lantas yang menjadi  pertanyaan selajutnya  spesies apa sajakah yang terancam  eksitensinya?
Pada tahun 1996, IUCN mencatat jumlah mamalia yang terancam punah  di indonesia 128 species, burung 104 species, 60 species dan tumbuhan 184 species.  Dari hasil temuan IUCN tahun 2000, jumlah di atas meningkat menjadi  140 untuk mamalia, 113 untuk species burung, 28 species reptilia dan 67 species  ikan terancam keberadaanya.
Jumlah itu belum termasuk dengan laju kerusakan ekosistem hutan, misalnya periode 1982-1990 rata-rata laju deforasi sebesar 1,3 juta ha/tahun. Jumlah itu meningkat menjadi 1,6 juta pada periode  1985-1997. Akibatnya,sekitar 39% habitat alami musnah. Musnahnya habitat alami akan berdampak pada tatanan kehidupan manusia sebagai pemanfaat selama  ini  menguntungkan hidupnya pada alam sekitarnya.
Jika  rata-rata dari kerusakan yang terjadi saat ini berlanjut maka secara bertahap akan terjadi penurunan dari setiap sistem yang medukung  kehidupan bumi. Memperbaiki  yang rusak tidaklah cukup. Untuk kepentingan kelestarian dan keanekaragaman hayati dalam jangka panjang, diperlukan upaya penyadaran, pendidikan, penelitian dan penguatan kelompok masyarakat sipil. Semuanya diharapkan akan membawa keanekaragaman hayati ke dalam lingkaran inti kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.[1]
Mengingat pentingnya konservasi dan sesuai dengan pernyataan sebelumnya bahwa negara Indonesia merupakan negara megadiversity maka upaya pelestarian sumber daya alam sangat perlu dilakukan.  
Apa itu konservasi ?
Konservasi merupakan upaya bagaimana menjaga eksistensi keberdaan jenis,habitat, komunitas biologi, interaksi antar jenis dan jenis dengan lingkungan. Konservasi sumber daya genetik tanaman hanya dapat dicapai melalui proteksi populasi dihabita alaminya (konservasi in-situ) atau preservasi dari sampel dalam Gene Bank ( konservasi ek-situ) [2]. Namun dalam penerapanya masih jauh dari kondisi jauh  diharapkan.
Bagaimna  menurut  pandangan Islam?
Sebagai seorang mahasiswa calon  biologiwan muslim, dalam menghadapi isu kekinian  tidak hanya melihat dari disiplin ilmu biologi melainkan juga melihat dari sudut pandang agama Islam.
30. Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. "[3]
Berdasarkan ayat di atas bahwa manusia diciptakan di muka bumi untuk dijadikan sebagai kholifah (utusan) untuk merawat dan mengelolanya. Maka sudah semestinya  sebagai Mahasiswa  Biologi Universiatas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengetahui akan hal ini. Lalu dimana peranan mahasiswa Biologi terhadap konservasi?
Sebagai salah satu negara mega biodiversity, pada tahun 2003, indonseia telah mengeluakan sebuah dokumen Indonesia Biodiversty Strategy and Action Plan (IBSAP). Sebagai produk dai sebuah proses kolabortif yng cukup lama. Dokumen IBSAP merupakan dokumen strategis bangsa Indonesia tentang visi kedepan pengelolaan keaneragaman hayatinya. Untuk mencapai visi tersebut, diperlukan pemahaman yang menyeleluruh atas kekayaan yang dimiliki. Data dan informasi perlu disajikan secara  cepat terkini, relevan dan menyeluruh untuk mendukung pelaksanaan rencana aksi IBSAP kedepan yng kongrit dan mendukung pengambilan keputusan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelajutan.     
Namun nampaknya sampai saat ini masih belum mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti : seberapa besar keanekargaman hayati kita? Dimana saja lokasinya? Apakah jenis-jenis sumber hayati tersebut masih punya kemampuan lestari?dan lain-lain. Saat ini, yng paling mendesak adalah dimanakah wilayah-wilayah kritis keanekaragaman hayati yng belum ditangan?karena tiap tahun, jenis yang masuk Red-List akibat semakn langka dan terancam punah semakin bertambah. Sehingga untuk itu diperlukan peran serta masyarakat secara luas termasuk di dalamnya mahasiswa biologi sebagai calon tenaga ahli di bidang biologi.
II.    Masalah konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia dan peran mahasiswa biologi
Salah satu tujuan konservasi biologi di Indonesia adalah memperlambat, mengurangi dan menghentikan laju keruskan dn kepunahan keanekaragaman hayati nasional, regional  maupun lokal diiringi upaya rehabilitasi dan pemanfaatan berkelanjutan. Oleh karena itu untuk mencapai tujun tersebut perlu diketahui peneyebab terjadinya kepunahan spesies  hewan, maupun tumbuhan yang ada di Indonesia. Ketika ukuran  lingungan  rusak oleh aktiviatas manunsia, ukuran populasi berbagai organisme akan menurun dan beberapa spesies organisme menjadi punah. Upaya konservasi keaneragaman hayati di Indonesia memerukan beberapa tahapn yang panjang dan memerlukan keahlian tertentu. Beberapa hal yang mendesak untuk dilakukan adalah:
a.    Data dasar keaeanekaragamn hayati, penenyebaran organisme dan keanekaragaman ekosistem.    
b.    Kondisi populasi dan penyebab kepunahan organisme
c.    Nilai manfaaat keaneragaman hayati.
d.   Metode konservasi
Sehingga untuk itu mahasiswa biologi dapat berperan dengan penelitian atau kegiatan kemahasiswaan yang berkaitan dengan identifikasi jenis spesies yng dimanfaatkan oleh masyarakat, model kemanfaatannya, dan kondisi populasi di alam[4].
                                                                                    
Daftar pustaka
Aisah, S. 2008. Kearifan Lokal Dalam Usaha Konservasi Lingkungan Yang Beretika: Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta: Yogyakarta.
Alqur’an dan Terjemahnya. Departemen agama RI: PT Syamil Cipta Media.
Sudjino, Sembiring, dan Purnomo.2004. Biologi. Sunda Kelapa Pustaka: Jakarta
Widiono,I.2009. Peran Mahasiswa Biologi Dalam Konservasi Keaneakaragaman Hayati di Indonesia. Fakultas Biologi Universitas Jendral Soedirman:  Purwokerto.
   



[1]  Sudjino dkk,2004.
[2]  Aisah,2008.
[3] Al-qur’an dan Terjemahan
[4]  Whidiono,2009

Reaksi:

0 komentar: