Kamis, 18 Maret 2010

Sains dan filsafat

Oleh :Faradlina mufti
            Menarik sekali ketika kita mengetahui bagaimana sejarah llmu pengetahuan. Sebelum beranjak lebih jauh mengenai sejarah ilmu pengetahuan. Mari kita pahami terlebih dahulu apa itu sains dan apa itu filsafat. Sains secara etimologi adalah ilmu yang meempelajari gejala-gejala alam untuk memahami alam apa adanya. Dengan memepelajari gejala-gejala alam untuk, orang mencoba menerapakannya unttuk kesejahteraan umat manusia. Jadi pada hakikatnya ilmu telah “tersedia dan tersembunyi” di alam dan manusia berusaha” mengungkap” untuk memahami dan memanfaatkannya. Menurut sejarah, ilmu pengetahuan misalnya saja ilmu sains berangkat dari berfisalafat. Kemudian dari sini muncul pertanyaan bagaimana berfilsafat itu? Tapi sebelum beranjak lebih jauh kita terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud filsafat itu? Menurut bung Hatta filsafat itu tidak dibicarakan terlebih dahulu nanti bila orang telah mempelajri filsafat, orang itua akan mengerti dengan sendirinya apa itu filsafat menurut konotasi filsafat yang ditangkapnya.
Secara etimologi terdiri atas kata philia, yang berati cinta , dan shopia yang berarti kearifan. Selanjutnya filsafat diartikan atau cinta kebijakan(The Liang Gie, 1997)
Dari definisi tersebut, tergambarlah bahwa filsafat mempunyai kandungan yan berisi suatu pengetahuan mendalam dan meluas.
Sejarah perkembanagan sains menunjukan bahwa sains berasal dari penggabungan dua tradisi tua, yaitu tradisi pemikiran filsafat yang di mulai oleh bangsa yunani kuno. Filasafat memberikan sumbangan berbagai konsep dan ide terhadap sains sedangkan keahlian tangan memberikan berbagi alat untuk penegamatan alam. Selajutnya, sains modern bisa dikatakan lahir dari prumusan metode ilmiah yang disumbangkan Rene Decartes yang menyodorkan logika rasional dan deduksi serta oleh Francis Bacon yang menekan pentingnya ekperimen dan observasi.



Reaksi:

0 komentar: