Kamis, 18 Maret 2010

LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN KETUA PANITIA Darul Arqom Madya Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah Kabupaten Sleman


I.                   Pendahuluan
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita sehingga acara Darul Arqom Madya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Sleman dapat dapat terlaksana dengan lancar. Darul Arqom Madya merupakan pengkaderan  tingkat kedua setelah darul arqom dasar.
Selama massa kepanitiaan ini berlangsung  antara bulan desember 2009 sampai bulan februari 2010, kiranya segenap fikiran, waktu, komitmen dan daya tenaga telah sama-sama kita curahkan untuk kesukasesan dan lancarnya acara ini. Maka benar apa yang sering dikatakan ketua Pimpinan Cabang IMM sleman ,Immawan Aril  bahwa kepanitian ini tidak lain secara tidak langsung  juga merupakan  pengakderan.  Karena  kesuksesan dari acara ini  di ibaratkan seperti sebuah awal tongkat estafet oleh seorang pelari,sehingga akan berpenpgaruh  bagi massa depan PC IMM  sleman. Seperi kita ketahui sebelumnya bahwa PC IMM Sleman belum pernah mengadakan DAM (Darul Arqom Madya). Sehingga merupakan  suatu pengalaman baru bagi PC IMM sleman. Dengan diadakannya DAM ini diharapkan akan mencetak kader-kader yang unggul dalam gerakan  ilmu dan kritis terhadap relaita sosial.
Dalam laporan pertanggungjawaban ini mari kita bersama-bersama melakukan evaluasi kritis kontrukstif dan proyektif yang berharga bagi perjalanan  PC IMM Sleman, khususnya bagi kepanitian mendatang.  Meminjam istilahnya Ki Hajar Dewantara manusia adalah sejarah. Dengan kata lain manusia mampu melakukan refleksi diri, mampu keluar dari dirinya dan menengok kebelakang kemudian melakukan penelitian dan perenungan yang merupakan koreksi demi sebuah rekontruksi baru dimassa depan yang lebih baik.
Dalam laporan pertanggung jawaban ini, masing-masing dari seksi bidang kepanitiaan telah mendiskripsikan dalam bentuk tulisan, karena sudah merupakan kewajiban yang tertuang dalam setiap job deskripsi dari setiap seksi. Sehingga untuk itu acra ini tidak lain merupakan  sebuah cerminan untuk melihat diri, dengan tidak mengesampingkan  control sosial dan control struktural . diamana dari masing- masing  Seksi dapat menilai dari luar (out of the  box) kinerja yang telah dilakukan oleh kepanitiaan yang dijadikan sebagai autocritic, dengan harapan tidak terjadi kesalahan di massa mendatang. Oleh karena itu, Laporan Pertanggungjawaban ini disusun dalam sistematika  sebagai berikut:
I.                   Pendahuluan
II.                Kondisi obyektif
III.             Realisasi program kerja
IV.             Evaluasi dan proyeksi
V.                Penutup
II.                 Kondisi obyektif
Dalam suatu laporan pertanggungjawaban tentu dalamnya harus melihat dari segala arah sudut pandang, baik dari luar ataupaun dari dalam tubuh kepanitiaa. Sehingga  semua kekurangan dan kelebihan  kepanitiaan dapat diketahui, maka  untuk  itu evaluasi secara komprenhensif dapat terlaksana. Apabila terdapat kelebihan  maka harus dipertahankan dan    apabila terdapat  kekurangan tidak akan terulangi lagi pada kepanitiaan yang akan datang.
Jika dilihat dari kondisi ekternal absensi 75 %  dari kampus juga mempengaruhi dalam acara ini. Selain  itu lazimnya  seorang mahasiswa  yakni mempunyai tanggung jawab terhadap orang tua yang menuntut untuk rajin masuk kuliah Sehingga tidak menutup kemungkinan ada sebagian kawan-kawan panitia yang kurang maksimal dalam berpartisipasi. Begitu juga layaknya seoarang kader IMM  level komisariat, yang menuntut tanggung jawab tarhadap komisariatnya. Yang terkadang bentrok dengan jadwal rapat komoisariat.Sehingga hal inilah sempet agak kesulitan dalam menentukan  waktu untuk rapat kepanitiaan.   
Sedangkan jika dilihat  kondisi internal  panitia, masalah –masalah klasik sering muncul dalam rapat kepanitiaan yakni    perbedaan pendapat dalam menentukan berbagai  keputusan. Namun kami menyadari perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan kami menganggap bahwa perbedaan pendapat sebagai keanekaragaman solusi untuk memecahkan berbagai masalah. 


III.             Realisasi program kerja
Program kerja
1.      Mengkoordinir tugas –tugas masing seksi
2.      Memimpin jalannya rapat
3.      Melakukan kontrol terhadap kinerja masing-masing seksi
4.      Bertanggung jawab terhadap semua agenda kepanitiaan
5.      Mendapingi masing-masing seksi jika mengalami kesulitan dan permaslahan
6.      Melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah agenda selesai




Reaksi:

0 komentar: