Selasa, 05 Januari 2010

Sistem Pemerintahan Yang Maha Agung

Menarik sekali ketika kita dapt menegetahui sistem pemeintahan yang maha sempurna. Dengan pasukan khusus dimana mereka bekerja sesuai tugas mereka masing –masing. Tanpa mempunyai rasa iri terhadap rekan kerjanya yang mempunyai posisi kedudukan tinggi. Mereka berkerja dengan rasa ikhlas tanpa pamrih. Mereka berkerja demi kemaslakhatan bersama. Uniknya lagi komintas mereka mempunyai pasukan khusus, dimana ia akan digunakan ketika mereka berperang.
Yang berbeda dari kita, dalam hal ini manusia yaitu mereka menyapa setiap bertemu dimana saja berada dan siapa pun mereka entah kenal atau tidak. Pemandangan hal ini sangat jarang kita temui di kalangan kita(manusia) yang notabene makhluk yang paling sempurna.
Siapa mereka ?
Yaitu semut makhluk kecil yang kadang kita pandang sebelah mata.
Deskripsi semut………………….

Yang kita kaji dari makhluk kecil ini adalah struktur pemerintahannya. Menurut penelitian di majalah Readers Digets yang yang terbit pada tahun 1970-an. Makhluk ini mempunyai keistemewaan tersendiri dibanding hewan yag lain.
1. Komunitas semut mempunyai sistem terstruktur kemasyarakatan yang lengkap dengan pemabagian tugasnya.
2. Masyarakat semut mengenal peperangan kolektif. Artinya kelompok semut tertentu mempunyai pemimpin yang disebut Ratu. Kelompok semut ini dapat beperang dengan kelompok semut yang lain. Sedang hewan lain bertarung secara individu.
3. Masyarakat semut mengenal system perbudakan.
4. Masyarakat semut menjadikan telur sebagai harta yang paling berharga. Telur inilah yang memicu terjadinya peperangan antar kelompok. Telur ini dijaga sampai menetas deagan mempertaruhkan nyawa mereka.
5. Masyarakat semut mengenal sistem peternakan. Pada daun pohon jambu, mangga, rambutan atau pepohonan yang lain, dimana terdapat kandungan gula tinggi. Disana terdapat hewan kecil yang menghasilkan cairan manis. Semut mengetahui bahwa hewan ini malas berpindah tempat. Sehingga semut bersedia membantu memindahkan ketempat baru jika lahan di sekitar itu telah mulai tandus dan setelah semut memerah cairannya setiap periode waktu tertentu. Sampai saat ini belum diketahui hewa lain yng mengenal sistem perbudakan dan peternakan.
6. Masyarakat semut mengenal navigasi yang baik.


Hal ini patut kita renungkan bersama.

Reaksi:

0 komentar: