Rabu, 18 November 2009

biokonservasi invetory

Semakin tua bumi ini berbading lurus dengan punahnya species yang ada di bumi ini. Hal ini tercatat beradasarkan penelitian dibawah ini :
Bumi indonesia merupakan negara megadiversity dengan memeliki 17% dai total species yang ada di dunia.
 Inidonesia memiliki 37% dairi jenis ikan di dunia
 10% dari species tanaman di dunia
 16% dari species reptil dan amphibi
 12% dari spcies mamalia
 17% dari species burung
 25% dari species tanaman dunia
Untuk mamalia, indonesia memiliki lebih dari 10.000 species, 1.530 species burung, 524 reptil, 285, ikan 1400 dana tumbuhan 29.375 species.
Namun, indonesia juga merupakan negara yang mempunyai daftar terpanjang dan terbanyak dari species yang terancam punah di dunia. Alhasil, meskipun indonesia merupakan negara yang kaya akan kenekaragaman hayati ,laju kerusakan pun cukup serius. World Conservasi Union for the Conservation of Nature(IUCN), akhir september 2000 lalu mengeluarkan lporan tentang kepunahan species hewan dan tanaman. Menerut IUCN, lebih dari 11 ribu species tanaman dan binatang di dunia teracam punah punah karena ulah manusia. Aktivitas manusia menjadi alasan dominan yang mengancam eksitensi species. Yang perlu digarisbawahi , indonesia menjadi salah satu negara yang disorot karena begitu banyak melakukan “pemusnahan “ species burung dan mamalia. Lantas yang menjadi pertanyaan selajutnya species apa sajakah yang terancam eksitensinya?
Pada tahun 1996,IUCN mencatat jumlah mamalia yang terancam punah di indonesia 128 species, burung 104 species, 60 species dan tumbuhan 184 species. Dari hasil temuan IUCN tahun 2000, jumlah di atas meningkat menjadi 140 untuk mamalia, 113 untuk species burung, 28 species reptilia dan 67 species ikan terancam keberadaanya .
Jumlah itu belum termasuk dengan laju kerusakan ekosistem hutan, misalnya periode 1982-1990 rata-rata laju deforasi sebesar 1,3 juta ha/tahun. Jumlah itu meningkat menjadi 1,6 juta pada periode 1985-1997. Akibatnya,sekitar 39% habitat alami musnah. Musnahnya habitat alami akan berdampak pada tatanan kehidupan manusia sebagai pemanfaat selama ini menguntungkan hidupnya pada alam sekitarnya.
Hal di atas masih ditinjau dari segi ilmu lingkungan hidup, belum lagi jika di tinjau dari s.......................
Jika rata-rata dari kerusakan yang terjadi saat ini berlanjut maka secara bertahap akan terjadi penurunan dari setiap sistem yang medukung kehidupan bumi. Memperbaiki yang rusak tidaklah cukup. Untuk kepentingan kelestarian dan keanekaragaman hayati dalam jangka panjang, diperlukan upaya penyadaran , pendidikan, penelitian dan penguatan kelompok masyarakat sipil. Semuanya diharapkan akan membawa keanekaragaman hayati ke dalam lingkaran inti kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.


Inilah feneomena yang terjadi sekarang... mau tidak mau kita harus menerima konsekuensi akibat ulah kita sendiri. Namun apakah kita Cuma akan menyerah sampai disini???apakah kita akan pasrah dengan keadaan bumi kita tercinta rusak khususnya negara kita indonesia??

Reaksi:

0 komentar: