Selasa, 06 Oktober 2009

“GEMAH RIPAH LOH JINAWI”

Seperti kita ketahui, mungkin seperti itulah sebutan orang dulu terhadap negeri kita indonesia tercinta. Sekarang yang jadi pertanyaan apakah pepatah ini masih pantas ??? mengingat semakin tua umur bumi kita ditambah banyaknya terjadi kasus ilegaloging.Namun sebelum beranjak lebih jauh mengenai pertanyaan atas, kita terlebiih dahulu memahami apa sihc??.... artinya judul di atas. Oleh karena itu ayo mencoba untuk mengartikannya. Kalau menurut sepengetahuan saya”Gemah ripah loh jinawi “ dapat diartikan kekayaan keanekargaman hayati yang melimpah ruah. Seperti yang dikatakan Roy Handoko dalam bukunya Energi hijau. Ia mengatakan bahwa negara kita indonesia ini mempunyai tingkat endemisme tertinggi di dunia. Ada juga yang mengatakan megadiversity. Menurut ibu maizer dekan fakultas saintek Indonesia menduduki urutan nomer dua setelah brazil sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman hayati terbesar. Ketika Q menulis ini teringet lagunya koesplus.”tongkat bisa jadi tanaman” ya mungkin Cuma itu yang bisa Q inget. Wah berarti kita ini merupakan tergolong orang yang sangat beruntung, hidup dinegara yang melimpah ruah. Sampai-sampai koesplus bilang dalam lagunya tongkat dan kayu bisa jadi tanaman. Coba kita bandingkan dengan negara-nagara lain. Misalnya saja China, negar China ini berada di tempat yang tandus dan rawan gempa. Belum lama kemaren denger berita China digoncang gempa gede,,, Ga tau jelasnya berapa richter..... tapi yang pasti gedelah mpe gedung2 pencakar langit “podo ambruk” . ini menjadi pertanyaan besar bagi kita sebagai warga negara yang baik.... mengapa negara China jika ditinjau dari segi geografi berada pada posisi yang tidak mendukung untuk maju, tapi menegapa negara ini malah menjadi negara yang termsuk mengusai perekonomian dunia ??? tapi sebaliknya apa yang terjadi dengan negara kita????

Reaksi:

0 komentar: